Rabu, 11 Maret 2009

boleh kah aku mengenalmu


Dikisahkan ada dua remaja usia belasan tahun sedang bertengkar sehingga mengakibatkan salah satu diantara mereka yang bernama Cinta merasa sakit hati dan mengurung diri. Salah satu temannya yang bernama Sayang merasakan ada rasa yang tidak nyaman sehingga timbul niatnya untuk meminta maaf.
Padahal kalau diusut kesalahannya tidak seberapa fatal cuma sebuah salah paham saja. Cinta memaksakan diri untuk menemui Pangeran dan kasih melarang dengan alasan tunggu karena si Pangeran sedang tidak ingin diganggu. Saat itulah cinta naik pitam dan marah serta menuduh kasih sengaja berbuat demikian karena cinta tahu kasih juga ada perhatian khusus pada si Pangeran. Tapi hal tersebut sengaja cinta tutup mata karena kasih adalah sahabat sejatinya.
Ditengah perdebatan itu datanglah sayang yang datang tergopoh-gopoh karena tidak ingin ada pertengkaran diantara mereka. Hal itu membuat Cinta marah dan langsung pergi. Kasih yang melihat sikap aneh cinta cuma diam saja sambil melihat bayang cinta yang jauh hingga hilang dari pandangan. Kasih lalu menjelaskan duduk permasalahannya sehingga terjadi pertikaian itu kepada sayang.
Tampak raut wajah sayang berfikir keras, tak lama dia tersenyum dan berkata lirih, " Tenang Kasih, aku ada akan membantumu asal kau mau menuruti semua nasehatku" Kata Sayang kepada Kasih. Akhirnya Kasih mengangguk tanda setuju. "Sekarang ikuti saran ku, pertama datanglah ke Cinta dan minta maaflah kepadanya. Kedua berikan senyum yang paling indah untuknya.
Dan yang ketiga, berdoalah untuknya dengan tulus dan ikhlas. Apapun yang terjadi terimalah dengan lapang dada. Spontan wajah Kasih tampak berbinar dan langsung bergegas meninggalkan Sayang. Melihat keadaan seperti Sayang cuma terseyum dan mendoakan semoga Sayang bisa sabar menghadapi Cinta.
Tak lama kemudian datanglah Kasih dengan seseorang yang amat dikenalnya yaitu Cinta, tampak juga si Pangeran disamping Cinta. Mereka terlihat amat bahagia. Kesalah pahaman sudah berakhir. kini cinta sudah mendapatkan kebahagiaan melalui perjuangan Kasih dalam melebur egonya. Semoga Cinta menjadi lebih dewasa, sabar dan bijak dalam berlaku. Apapun keadaannya sebuah rasa adalah semua datangnya dari hati, sebuah fitrah yang Allah ciptakan buat kita semua. Semoga kita semua termasuk menjadi hamba yang pandai bersyukur. Amiin.

Read more...

Senin, 09 Maret 2009

KETIDAK JUJURAN AKAN MEMBUAT PETAKA


Ketakjujuran yang ada dalam rumah tangga, menjadi sangat sulit untuk bisa dipahami. Bagaimana tidak, jika diluar rumah sudah sangat sulit ditemukan yang dinamakan kejujuran itu. Dan ketidakjujuran diluar rumah kita bagai sebuah kebutuhan yang seakan harus ada, dan tak bisa kita hadapi serta hindari. Ini bisa dimaklumi, mengingat ketidakjujuran bagai sebuah kenyataan yang ada dalam masyarakat kita, dan kitapun tak mampu bisa berbuat apa dengan ketidakjujuran yang ada.

Inilah yang menjadi sulit dipahami jika dalam rumah tangga kita sudah menjadi bagiaan kebohongan-kebohongan yang ada dalam masyarakat kita. Hal ini dikarenakan, kebohongan dalam masyarakat sampai saat ini masih sulit untuk bisa dibongkar, akibat kultur yang ada terlalu kuat mencengkeram masyarakat kita. Nah..! kemudian kalau kita coba mencari benang merah dari kebohongan masyarakat kita, maka yang terjadi dalam masyarakat kita adalah korupsi seakan bagai bagian dari hidup mereka, kekerasan seakan bagai pilihan yang menjadi keharusan, dan kelambanan majunya tingkat ekonomi mereka tak lepas dari kebohongan-kebohongan yang ada pada mereka.



Semua seakan bisa eksis atau menjadi terhornat jika mereka bisa melakukan kebohongan demi kebohongan yang nyata. Semua seakan bisa menang dan mendapatkan tempat, jika bisa melakukan kebohongan dan kemunafikan. Maka yang banyak terjadi selanjutnya adalah mudahnya siapa saja mengumbar amarah, mudah siapa saja mengamuk serta merusak apa saja, dan juga tak kalah menariknya, adalah seakan siapa saja merasa puas jika belum ada perkelahian dan jotos-jotosan, seperti yang sering terjadi di gedung dewan terhormat atau musyawarah-musyawarah yang dilakukan partai-partai dalam masyarakat bangsa kita ini. Mereka seakan belum merasa puas kalau belum terjadi apa yang dinamakan kekerasaan itu.



Inilah kenyataan yang banyak terjadi dalam masyarakat bangsa yang tercinta ini. Mereka semua tak menyadari, kenapa mereka semua seakan begitu suka dengan jotos-jotosan, perkelahian, dan kekerasaan. Lha wong para pemimpinnya saja sudah mempunyai watak dan kepribadian seperti itu apalagi masyarakatnya, sehingga semua seakan diajarkan tentag perlunya sebuah kekerasan dan kekerasan. Opo...Tumon..! mbak ! kalau sudah begini kenyataannya.



Namun anehnya mereka tidak menyadari, kenapa mereka bisa terperangkap dengan kekerasan demi kekerasan (gontok-gontokan dan mengumbar amarah yang tiada batas etika). Mereka semua tidak menyedari kenapa mereka merasa terdorong untuk melakukan itu semua. Mereka semua seakan tidak pernah tahu, kenapa semua harus melakukan itu semua ? Mereka semua tidak pernah tahu dan menyadari bahwa sumber dari segala sumber yang telah menjadikan mereka menjadi seperti itu, tak lain dan tak bukan adalah hanyalah sebuah ketidakjujuran yang telah merasuki hati mereka semua.



Ketidakjujuran yang menyebabkan banyak dari mereka menjadi munafik dan sangat licik. Ketidakjujuran yang membuat mereka menjadi serakah dan sombong. Ketidakjujuran yang membuat mereka menjadi tak punya hati dan nurani. Tak mau tahu apakah mereka adalah orang bulukan, bawahan, pejabat, agamawan, kyai atau preman sekalipun. Semua seakan telah dihinggapi oleh nurani yang telah banyak dikotori dengan ketidakjujuran dan kebohongan. Namun aneh bin ajaib, semua tidak tahu pokok permasalahan yang telah menjadi sumber dari itu semua. Sumber masalah yang tak lain dan tak bukan adalah ketidakjujuran alias kebohongan yang nyata-nyata ada.



Itulah efek-efek yang telah banyak menyebabkan berbagai masalah yang tak lain dan tak bukan sebanarnya akan merugikan kita semua, semuanya termasuk diri dan keluarga kita.

Read more...

RUMAH TANGGA DI DIRIKAN ATAS KEJUJURAN


Itulah efek-efek dari sebuah ketidakjujuran, keadaan bangsa saja menjadi carut marut, apalagi hanya sebuah rumah tangga, yang kecil dan lemah ini. Ketidakjujuran tentu saja akan membuat bangunan sebuah rumah tangga menjadi mudah keropos dan mudah goyah. Bagaimana tidak jika ketidakjujuran saja pasti akan menimbulkan kesalahpahaman dan kekurangpahaman terhadap sesuatu yang terjadi. Belum nantinya jika ketidakjujuran telah menjadi kemunafikan dan pengkianatan, tentu saja sulit rasanya rumah tangga yang sudah berdiri kokoh itu bisa tidak goyah karenanya. Dan tentu saja akan banyak efek yang akan ditimbulkannya akibatnya. Dan tentu saja efek tersebut akan tidak menguntungkan kelangsungan rumah tangga tersebut.



Namun harus diketahui pula bahwa untuk menegakkan ketidakjujuran itu, haruslah dengan hati yang dingin dan penuh kebijaksanaan. Menegakkan kejujuran itu haruslah diimbangi dengan kasih sayang yang sejati. Menegakkan kejujuran itu haruslah dilandasi dengan rasa kasih dan mengasihi. Menegakkan kejujuran itu haruslah tidak dengan amarah diri yang tiada arti. Menegakkan kejujuran itu haruslah tidak dengan tindakan yang asal menuduh tanpa rasa kasih. Karena menegakkan kejujuran itu harus dengan nurani dan diperlukan pemahaman yang tinggi.



Kita harus bisa memahami bahwa ketidakjujuran sudah berkeliaran kemanapun kita akan pergi. Untuk itu, bisa jadi, semua orang tak menyadari bahwa ketidakjujuran itu akan membawanya kepada hidup yang tiada arti.



Inilah yang kami kawatirkan terjadi pada suami anda. Suami anda serasa tidak menyadari bahwa kejujuran itu menjadi sangat berarti, ketika rumah tangga ini harus tegak dan berdiri. Mungkin bisa jadi, akibat diluar sudah banyak ketidakjujuran maka tanpa terasa, ketakjujuran itu terbawa juga sampai di rumah anda. Andapun menjadi kelimpungan dibuatnya. Namun bisa jadi, suami anda tidak merasakan ini semua. Bisa jadi suami anda hanya mereasakan masalah yang lainnya. Masalah yang sangat mungkin tidak berhubungan dengan sebuah kejujuran. Namun masalah yang tidak sadar di sebabkan oleh ketidakjujuran itu sendiri. Sehingga keadaan ini menjadikan sangat mudah memunculkan kesalahpahaman-kesalahpahaman yang bisa memancing masalah tersendiri.



Kemudian kesalahpahaman demi kesalahpahaman, tidak menutup kemungkinan merembet kepada masalah-masalah lainnya. Entahlah, banyak hal yang bisa mengakibatkan masalah seakan bisa merembet kemana-mana, entah menjadi pemborosanlah, melakukan sesutu yang tak bergunalah, menjadi memunculkan kecurigaan-kecurigaan yang lainlah, dan masih banyak masalah-masalah lain yang bisa dimunculkan akibat kesalahpahaman-kesalahpahaman yang tak segera di selesaikan. Maka, kalau sudah begini adanya, tentu saja rumah tangga ini akan mudah mengalami goncangan dan pertentangan, padahal semua terjadi hanya gara-gara kesalahpahaman belaka. Kesalahpahaman-kesalahpahaman yang kalau dicari ujung pangkalnya, tak lain dan tak bukan hanyalah berawal dari ketidakjujuran yang telah terjadi selama ini.



Maka tidak ada cara lain yang bisa untuk menegakkan bangunan rumah tangga ini, keculi ada usaha menegakkan kembali sebuah ketidakjujuran yang telah terjadi. Menegakkan sebuah kejujuran itupun tidak bisa dilakukan dengan semena-mena dan penuh emosi. Sebab itu semua menjadi tidak akan membawa arti. Sebab tidak ada jalan lain pula untuk menegakkan kejujuran dalam sebuah rumah tangga, kecuali dengan sikap yang dingin, penuh pemahaman, penuh rasa kasih yang dalam, penuh kebijakan nurani, saling memberi dan bukan hanya untuk mencari menangnya sendiri dan benarnya sendiri.

Read more...

DALAM RUMAH TANGGA KITA WAJUB MENJAGA HUBUNGAN


Memang kelihatanya sangatlah sepele dan simple, semua orang memandang sebelah mata masalah hubungan rumah tangga. Rumah tangga yang harmonis-damai adalah dambaan semua insan. Harta bukan jaminan dalam keharmonisan rumah tangga. Mobil dan rumah mewah bukan ukuran dalam keharmonisan rumah tangga. Hal-hal kecil ternyata bisa menjadi pemicu retaknya keutuhan Rumah Tangga. Apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan agar perkawinan tetap harmonis ?
Menurut saya kiat-kiat dalam menjaga keharmonisan Rumah Tangga sangatlah sederhana cuma pengaplikasiannya harus membutuhkan tekad, niat yang sangat tinggi. Untuk menuju kedewasaan dalam berumah tangga memerlukan proses yang panjang.

Berikut ini adalah beberapa kiat untuk menuju rumah tangga yang harmonis dambaan kita semua :

1. Saling Percaya
Modal utama perkawinan adalah saling percaya. Jangan mudah percaya pada apa yang dikatakan orang lain tentang pasangan Anda. Karna berita dari pihak ketiga adalah banyak dikurang dan tambah sesuai versinya.

2. Saling Menghargai
Kalau bukan Anda yang menghargai pasangan Anda, siapa lagi ? Mulailah dari hal-hal yang paling kecil dan mungkin sepele. Apapun keinginan dan kebutuhan pasangan, andalah yang lebih mengetahui daripada orang lain. Hargailah pasangan Anda !

3. Saling Memaafkan
Bersedia untuk saling memaafkan sebelum sampai matahari terbenam ! Selesaikanlah semua perkara sebelum pergi tidur. Jangan membawa masalah rumah tangga keluar dari rumah, karna itu malah akan memperuncing masalah. “masalah bukanlah masalah jika kita bisa menyelesaikan masalah itu sendiri.

4. Bersikap Jujur dan Terbuka
Bagi suami-isteri tidak ada yang bersifat rahasia pribadi. Keterbukaan dan kejujuran dalam rumah tangga adalah mutlak. Tidak dapat di tawar-tawar lagi. Sepahit apapun kejujuran harus tetap di jaga.

5. Mau Berbagi Suka dan Duka
Sukacita suami adalah sukacita istri, sebaliknya dukacita isteri adalah dukacita suami pula. Jika masing-masing bisa saling merasakan rasa membagi dan melindungi akan tercipta dengan sendirinya.

6. Menerima Kekurangan Pasangan
Ingatlah bahwa pasangan Anda bukanlah malaikat. Maka terimalah segala kekurangan yang ada padanya. Jangan menuntut lebih dari itu ! Justru karena adanya perbedaan ini kita bisa saling melengkapi dan mengisi.

7. Selalu Berpikiran Positif
Ingatlah ini, banyak keluarga gagal dan hancur di tengah jalan karena selalu membangun pikiran negatif tentang pasangannya. Hilangkan pikiran-pikiran negatif mengenai pasangan. Lepaskan semua prasangka buruk.

8. Tetap Mesra
Berapapun usia perkawinan Anda, tidak jadi soal. Yang terpenting membangun kemesraan. Kemesraan bukan berarti bercumbu. Tetapi mesra dalam memperlakukan pasangan. Baik dalam perbuatan dan perkataan. Lembutnya kata-kata dan sikap bisa mengalahkan segalanya.

9. Ciptakan Kejutan bagi Pasangan

Kadang-kadang kejutan yang kecil saja sangat berarti bagi pasangan, misalnya hadiah yang menurut anda sebagai keinginan / kemauan pasangan. Hadiah tidak harus mahal dan terkesan memaksakan diri. Yang terpenting adalah diberikan pada waktu yang tepat dan penuh dengan kesungguh- sungguhan.

10. Jangan Sepelekan Janji
Janji adalah hutang. Bila sudah berjanji pada pasangan, usahakanlah untuk menepatinya. Biarpun untuk hal-hal yang sepele.

11. Jangan Suka Mengatur
Pasangan Anda bukanlah anak kecil, maka perlakukanlah dia sebagai partner bukan sebagai anak kecil. Jangan suka mendikte pasangan. Karna hal ini akan membuat hati pasangan tidak nyaman.

12. Ciptakan Bulan Madu Kedua
Sesekali ajaklah pasangan Anda untuk berduaan sendiri jauh dari anak-anak untuk menikmati saat-saat indah sekedar untuk refreshing.

13. Tawakal dan berdo’a
Bimbing keluarga untuk lebih mendekatkan diri pada Allah. Serahkan semua pada yang Maha Kuasa, Karena dialah Pemilik Segalanya. Kita hanya sekedar menjalani apa yang sudah menjadi kehendakNYA.

Read more...

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP